Sejarah Vaksin Dunia Hingga Fakta Vaksin Corona

Sejarah Vaksin Dunia Hingga Fakta Vaksin Corona

Pandemi virus corona atau Covid-19 telah mengubah kehidupan manusia di seluruh dunia. Faktanya, sejarah serangan virus menular bukan pertama kalinya menyerang umat manusia di bumi. Penyakit cacar merupakan satu penyakit menular yang sempat menjadi momok menakutkan hingga akhirnya ditemukan vaksin penyembuhnya. Maka pada vaksin corona harapan kembalinya kehidupan di bumi bergantung.

Vaksin menjadi satu pencegahan yang efektif untuk penyakit menular. Namun untuk menemukan vaksin untuk penyakit tertentu memerlukan penelitian mendalam. Begitulah bagaimana para peneliti akhirnya menemukan vaksin berbagai penyakit.

Tentang Awal Mula Vaksin dan Vaksin Corona

Pada sejarahnya istilah vaksin muncul tahun 1796 ketika vaksin cacar ditemukan. Sebelumnya tidak ada istilah vaksin namun upaya pencegahan dengan pemindahan virus atau variolasi telah dilakukan di China dan Eropa. Berikut sejarah vaksin dunia dan fakta tentang vaksin corona:

⦁ Edward Jenner, si penemu vaksin

Edward Jenner adalah seorang dokter yang tinggal di sebuah desa bernama Berkeley, Inggris. Saat itu wabah Variola yang mematikan menyerang warga desa. Jenner menemukan fakta bahwa warga yang pernah terinfeksi cacar sapi justru kebal terhadap Variola. Hal tersebut didapati dari para peternak di desa yang terinfeksi cacar sapi sebab memerah susu sapi.

Jenner memulai penelitiannya untuk menemukan obat. Dengan menggunakan metode variolasi, ia memindahkan lesi aktif penderita variola menggunakan jarum pada orang sehat. Hasilnya seorang anak yang jadi percobaan Jenner tetap sehat. Sejak saat itulah metode variolasi digunakan dan berkembang menjadi vaksin.

⦁ Nama vaksin berasal dari vacca artinya sapi

Vaksin berasal dari kata dalam bahasa latin yakni vacca artinya sapi. Penggunaan istilah tersebut diambil dari vaksin pertama yang berasal dari cacar sapi. Meski di masa berikutnya vaksin tidak hanya berasal dari cacar sapi.

Tahun 1885 penemuan vaksin rabies oleh seorang ahli kimia bernama Louise Pasteur. Maka sejak saat itu istilah vaksin mendapat pengertian lebih umum. Yakni metode pencegahan suatu penyakit dengan meningkatkan kekebalan menggunakan mikroorganisme yang dilemahkan

⦁ Kesuksesan vaksin mencegah penyakit di dunia

Sejarah mencatat sejak pertama ditemukan, vaksin telah banyak membantu mengatasi penyakit menular. Kesuksesan terbesar yakni pada penyakit cacar yang berhasil diatasi dan menyelamatkan kehidupan umat manusia. Selain itu pengembangan vaksin juga ditemukan pada jenis penyakit lain sepert rabiesi tetanus, campak, polio, difteri, MMR dan pertusis.

⦁ Pengembangan vaksin corona

Sejak mewabah di seluruh dunia, berbagai penelitian tentang virus corona dilakukan berbagai negara. Upaya menemukan penangkal untuk virus yang tingkat penularan cukup tinggi dan telah menelan banyak korban jiwa. Vaksin menjadi solusi namun butuh waktu untuk dapat menghasilkan vaksin penangkal tersebut.

⦁ Vaksin Covid-19 di Indonesia

Indonesia telah membeli vaksin corona dari tiga produsen yakni Sinovac, Cansino, dan G42/Sinopharm. Vaksin Sinovac dan Sinopharn berisi virus corono inaktivasi. Sementara vaksin Cansino yang berisi rekombinan virus hewan dasar Ad5 atau hanya sebagian makromolekul bukan dari virus secara utuh. Ketiga vaksin tersebut telah mendapat Emergency Use Authorization (EUA) Dari China.

EUA penting bagi tenaga kesehatan sebagai pegangan keamanan tindakan medis di tengah kondisi darurat. Namun demikian masih dibutuhkan izin serupa dari negara lain untuk semakin meyakinkan penggunaannya.

Demikian fakta sejarah tentang vaksin dan terbaru terkait vaksin corona. Besar harapan menantikan vaksin mengatasi wabah yang telah menjangkit dan menewaskan banyak nyawa. Jika Anda butuh informasi terupdate seputar corona bahkan ingin berkonsultasi dengan para ahli kesehatan, Anda bisa langsung buka Halodoc. Halodoc adalah website dan aplikasi kesehatan modern yang bisa membantu Anda dalam berbagai masalah kesehatan.


Sejarah Vaksin Dunia Hingga Fakta Vaksin Corona - Pegi makan

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar